Salah Paham

1896 Words

"Setelah ini apa lagi rencanamu? Apa kau tetap berambisi menjadi pasanganku?" tanya Aldillo meremehkan. Mantan sekretarisnya itu masih duduk bersimpuh di lantai. Ia menggeleng. Bibirnya yang terkatup tak menjawab membuat Aldillo semakin muak. "Kenapa hanya diam? Ayo katakan! Kemana keberanianmu seperti waktu itu dengan lancangnya kau menampar dan menjambak rambut istriku? Ayo cepat tunjukan lagi padaku keberanianmu itu!" bentak Aldillo. Masih tak bergeming dari tempatnya, wanita itu malah semakin tersedu dalam tangisnya. Semakin ia menyeka air matanya, semakin deras mengalir. Aldillo memalingkan wajah muak melihat mantan sekretarisnya itu. Kemudian ia menumpangkan tumit kanannya pada paha sebelah kirinya. "Apa tujuanmu ke sini hanya untuk berdiam mematung seperti itu?" tanya Aldillo se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD