Praaang.... Tiba-tiba saja gelas yang sedari tadi digenggam Thania pecah sebelum Thania menyelesaikan kalimatnya dan membuat luka pada telapak tangan Thania. Karena perasaannya yang begitu emosional, Thania sampai tak menyadari jika ia menggenggam gelas begitu kuat hingga akhirnya pecah. Aldillo segera mengambil kotak P3K. Lalu ia meraih tangan Thania dan membersihkan darah yang keluar juga sisa-sisa serpihan kaca dari tangan Thania. Thania masih tetap dengan raut datarnya. Bukannya ia tidak merasa perih, tapi sakit di hatinya melebihi perih di telapak tangannya. Aldillo dengan telaten meneteskan cairan antiseptik berwarna merah lalu membalut luka di tangan Thania dengan kasa dan plester. Ia melihat Thania yang pelan-pelan mulai meneteskan air mata. "Apa sangat perih?" tanya Aldillo. B

