Rania muak dengan hidupnya sekarang, setiap hari ia harus berpura-pura bahagia.Setiap hari ia harus mengerti keadaan Aksa, harus mengalah dan terus disalahkan. Apa mereka yang ada di rumah ini hanya menilai seseorang dari kastanya saja, sedangkan dirinya yang tidak punya kekusaan direndahkan bahkan ditindas. Kesabaran Rania sudah habis, mungkin ini saatnya ia melawan. “Rania! Berani kamu ya!” Aksa maju ke depan agar jelas berbicara dengan Rania. “Ya, kenapa? Aku muak hidup denganmu Aksa!” teriak Rania lagi, ia benar-benar tak bisa menahan amarahnya. Karena kalungnya yang hampir hancur gara-gara Luna bahka Nirmala jatuh atas dorongan dari Luna. Aksa mengepalkan tangan, tanda ia marah melihat Rania yang berani melawannya sekarang. Apa Rania lupa siapa Aksa dalam hidup perempuan itu.

