Jesica mengerjap-erjapkan matanya, semuanya terlihat samar-samar. Joshua benar-benar tidak membukakan pintu untuknya, dia benar-benar dibiarkan tidur di ruang bawah tanah yang lembab dan sesak ini. Jesica menengguk salivanya, tenggorokanya terasa begitu kering. semalam dia belum makan apa-apa,,hanya minum air putih saja, tadinya setelah menyelesaikan tugasnya dia ingin makan dulu baru tidur, tapi Sarah dan Arum malah merencanakan sesuatu, pantas saja mereka sangat baik kepadanya semalam. Jesica tidak habis fikir kenapa orang-orang di sekitarnya begitu kejam dan senang sekali melihat nya sengsara. Segelintir air mata membasahi pipinya, cacing di perutnya sudah meronta-ronta daritadi minta jatah makan, dan Jesica tidak tau apa yang harus dia lakukan, tenaganya habis karena berusaha melepas

