Tie 67

2278 Words

Kami pun tertawa hanya karena sebuah kebingunganku yang katanya membuat raut wajahku lucu di hadapannya. Tanpa kami menyadari hari sudah hampir malam dan perpustakaannya pun sudah mau tutup, segera kami merapikan seluruh peralatan dan barang-barang yang kami bawa dan yang kami pakai. Setelah ke luar dari perpustakaan kami hanya sedikit berjalan sma itu pun hanya sampai perempatan agar kami bisa mendapatkan angkutan umum masing-masing. Selang waktu akhirnya aku pun berpisah dengannya. Di perjalanan hingga sampai ke rumah hanya senyuman yang bisa terlihat di wajahku. Aku pun tak menyadari bahwa pertemuan ini hanya sesaat yang membuat aku begitu senangnya mengenal seseorang yang seperti malaikat datang membantuku dan membuat aku girang dan ceria. Ku bentangkan tubuhku di tempat tidurku, dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD