Abdul menatap Mirna dan memberikan isyarat untuk diam. Sebagai keponakan dari adiknya sendiri tentu Abdul tidak bisa melakukan hal itu. Entah apa yang akan dikatakan arwah asiknya jika ia ternyata menghuni rumah miliknya sementara itu menelantarkan anaknya yang masih kecil. Namun Zian terus memohon kepada Abdul untuk diizinkan tinggal di panti asuhan. Hingga akhirnya Abdul pun menyerah. “Oke, kamu boleh tinggal di panti asuhan. Tapi, kalau nanti kamu sudah nggak betah lagi tinggal disana. Kamu harus pulang ke rumah ini, oke!” ucap Abdul membuat persyaratan untuk Zian sebelum anak kecil itu pergi keluar dari rumah. Zian hanya menjawab dengan sorak sorai gembira. Mengetahui kalau Zian sekarang sudah tinggal di panti asuhan membuat Alina iri. Apalagi sekarang nenek Alina lebih sering

