Alina menggenggam pergelangan tangan Zian yang terdapat gelang berbandul matahari. Dengan perlahan Alina mengelus bandul matahari pada gelang tersebut. “Kamu ingat janjiku sewaktu memberikan gelang ini bukan?” Tanya Alina sambil manatap secara dalam ke kedua mata Zian. Zian yang sedang bingung dan juga sedih karena harus ditinggal oleh Alina kebingungan harus menjawab apa. Zian hanya bisa mengangguk dan melihat ke arah mata Alina dengan penuh harapan kalau Alina dapat membatalkan kepergiannya. “Aku selalu ada untuk kamu Zian. Aku seperti matahari ini yang selalu menerangi dan menghangatkan kamu.” “Tapi, apa artinya kehangatan ini kalau kamu berada jauh di tempat yang lain Alina.” Ucap Zian kembali mengiba. “Ada artinya Zian, saat ini kamu hanya belum mengerti.” Ucap

