Kirana menaruh alat pembersih di suatu ruangan. "Eh, kamu anak baru ya?" tanya seorang gadis itu pekerja seperti Kirana.
Ada juga dua gadis lain nya dan satu laki laki juga yang datang membawa alat pembersih dan berpakaian seragam sama seperti Kirana.
"Iya saya baru hari ini masuk." jawab Kirana.
"Kenali saya Nisa." Gadis bernama Nisa itu mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Kirana.
"Kirana," sahut Kirana.
"Nah mereka bertiga juga clining servis di sini kok, ini Diana dia sudah menikah, satu lagi nama nya Gita dan laki- laki satu - satu nya di antara kita bertiga nih nama nya Tito." Nisa memperkenalkan para pekerja Clining servis di lantai mereka.
Mereka bertiga pada mengulur kan tangan mereka. Kirana dengan senang hati menyambut uluran tangan teman kerja nya.
"Kirana." ucap Kirana menyambut satu - persatu uluran tangan tersebut.
"Jadi kita berteman sekarang nah jadi Kirana kalau ada apa apa jangan sukan minta bantuan kami." tawar Nisa.
"Emm pasti oh iya kalian sudah berapa lama kerja di sini?" tanya Kirana.
"Eh pada mau pulang gak gaes biar enak gobrol nya sekitar setengah jam aja lah kita ke ruang party?" tanya Nisa ke teman- teman nya.
"Gak deh dulu deh istirahat gitu dulu karena capek banget cuy bersihin lantai bawah tadi." sahut Diana.
"Kau Gita?".
"Ya aku ngikutin aja karena baju pun ngokos tinggal sendiri jadi gak masalah," jawab Gita.
"Apa lagi aku," ucap Tito.
"Kirana gimana kita ngobrol nya di ruang party biar enak disini kayak kurang lebih luluasa ngobrol nya?" ajak Nisa ke Kirana.
"emm yuk ." Kirana pun setuju.
Diana, Gita dan Tito langsung menaruh alat pembersih ke dalam ruangan dan menyusul Nisa dan Kirana.
Di ruangan Party.
Tito menyajikan kopi untuk para cewek ya nasib jadi cowok sendiri di antara perempuan.
"Oh iya gue Diana gue sih udah lama kerja sejak lulus zaman SMA sih ya sekira nya hampir empat tahunan lah," ucap Diana.
"Wah berati umur KK lebih tua dong dari kita aku aja umur nya masih hampir dua puluh tahun, kalau KK umur nya?" tanya Kirana.
"Umur gue ya beda dua tahun aja sih sama Lo," jawab Diana.
"Terus KK nikah nya di umur berapa?"
"Seumuran kau Kirana, saat itu aku baru kerja dua tahun sih di perusahaan ini. Gue pun kerja untuk nambah uang keperluan juga karena anak udah masuk sekolah," kata Diana.
Gita, Nisa dan Tito hanya nimrung aja dengar nya. Kirana pun ber oh ria. Diana melirik ke arah Gita" Kalau gue ya seumuran mu Kirana baru dua tahun sih sama kayak Nisa lulus SMA langsung kerja," ucap Gita diangguki sama Nisa.
"Kalau gue sih baru setahun yang lalu itu pun saat baru sampai di kota ini karena gue berasal dari desa. Niat nya ke kota biar bisa cari kerjaan yang lebih bagus dan membantu perekonomian keluarga maklum gue juga sama kayak kalian tamat SMA juga." Tito selesai memperkenalkan diri nya
"Kalau aku dari panti asuhan sejak bayi aku udah berada di panti asuhan tidak tahu siapa kedua orang tua ku apa alasan mereka membuang ku. Aku pun tidak memperdulikan itu semua yang ada di benak ku menyelesaikan pendidikan ku. " Yang lain menyimak perkataan Kirana.
Mereka sangar perihatin dengan keadaan Kirana, mereka merasa beruntung dari Kirana mempunyai Kedua orang tua yang menyayangi mereka dan membesarkan mereka.
"Aku pun berkerja paruh waktu sambil sekolah. Beruntung saat itu aku mendapat kan biayasiswa dari sekolah untuk melanjutkan ke jenjang kuliah. Saat diriku sudah menyelesaikan sekolah ku aku pun keluar dari panti mulai hidup mandiri. Baru lah aku mulai kuliah ku, ku pikir dengan biayasiswa bakal tampak mudah eh ternyata jauh dari bayangan ku. Uang semester gratis sampai lulus tapi uang ini itu nya gak. Maka nya aku minta bantuan sahabat lama ku, kami berteman sejak SMA sampai sekarang dia membantu masuk berkerja disini melalui sepupu nya." Kirana sudah selesai menceritakan diri nya.
Dia memandang satu persatu teman kerja nya. "Kenapa kalian bersedih?" tanya Kirana nada kebingungan.
"Hiks ... Kirana hiks ...gue gak nyangka beban hidup Lo seperti itu hiks... gue kangen ibu gue jadi nya..." Gita menggelap inggus nya di baju Nisa.
"Hiks...hiks... iya gue juga ah sayang nya bunda gue udah meninggal tunggal abi aja," ucap Nisa.
"Ya gue juga sama hiks....hiks... gue kangen mereka jadi nya," kata Diana ikut nangis juga.
"Hiks... hiks... gue kangen emak di kampung huwaaaa ..." tangis Tito.
Mereka berempat berpelukan kayak teletabis. Kirana mengaruk kepala nya yang tak terasa gatal. "Maaf ya karena gue kalian jadi sedih," ucap Kirana dengan penuh sesal.
"Gak kok kami tiba- tiba jadi teringat sama kedua orang tua kami," jawab Nisa.
"Iya kir Lo gak usah merasa gak enak dan juga minta maaf karena Lo kami jadi bersyukur dengan apa yang kami punya sekarang," ucap Gita.
Di angguki sama Diana" benar kata Nisa dan Gita gue jadi tahu bahwa gue orang yang jauh beruntung masih memiliki orang tua di banding kan luaran sana yang tidak memiliki orang tua," nimrung Tito.
"Sudah - sudah nangis nya tuh kopi Selak jadi dingin," ucap Kirana membuat drama tangisan mereka seketika berhenti.
"Oh iya bener juga," kata Tito.
DRIIIIING
Hp Diana berbunyi dia melihat hp nya " Gaes gue pamit dulu ya soal paksu udah nungguin tuh di depan hotel," pamit Diana.
"Oke!" serempak mereka.
Diana ke kamar mandi ganti baju seragam nya dengan baju biasa. "Eh gue juga nih ya karena takut gak ada angkot yang lewat soalnya." Kirana pun juga ikut pamit.
"Mending kita bareng pulang nya kita juga udah selesai kan kerja nya," usul Tito.
Mereka pun ikut berganti baju, mereka turun sampai lobi bersama- sama. "Ada suami gue udah jemput tuh. " tunjuk Diana.
Setelah Diana berpamitan dengan teman kerjanya dia menghampiri sang suami."Lama ya bang nungguin adek?" tanya Diana.
"Gak kok belum ada satu jam kok dek," sindir suami nya Diana.
"Hehe maaf bang tadi ganti baju dulu soal nya," cengir Diana.
Suami nya pun menghidupkan motor dan pergi meninggalkan hotel WINNER tersebut. "Eh kalian naik angkot yuk kita bareng aja gimana mana tahu satu arah," ajak Gita.
"Gue naik motor gak mungkin kan gue bonceng Lo bertiga mau taruh di mana?" canda Tito.
"Ya udah pulang sono Lo siapa juga yang mau pulang bareng Lo," ucap Gita.
Tito pun mencibir ucapan Gita dan pergi dengan motor nya. " Ya udah gue pulang dulu Assalamualaikum," salam Tito.
"Waalaikum salam!" kompak mereka.
"KIRANA!" panggil seseorang dari arah belakang.