DUA PULUH DUA

2570 Words

Suara tangisan itu tak hentinya terdengar dari sosok siluman kura-kura yang tengah bersimpuh di hadapan gundukan tanah. Jeros tak bisa menghentikan lelehan air matanya di hadapan kuburan istri sang majikan, Aeera De’Lewis.  Berdiri di sampingnya, sang majikan yang menatap datar pada gundukan makam. Tak ada air mata yang menetes dari kedua matanya. Bagi siapa pun yang tidak mengenal sosok Lucia pasti akan mengira pria itu sama sekali tak merasakan sedih setelah kehilangan istrinya.  Namun tidak demikian dengan Jeros, dia yang paling memahami Lucia dan tahu persis bahwa majikannya tersebut tengah menahan luka yang begitu dalam. Bisa dilihat dari sorot matanya. Dan kedua tangannya yang sedang mengepal erat di kedua sisi tubuhnya merupakan bukti bahwa Lucia memang sedang bersedih.  “Tuanku.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD