DUA PULUH SATU

2150 Words

Para siluman anjing melolong kencang saat menyaksikan sosok Lucia yang dalam wujud siluman rubah berekor sembilan berdiri gagah di hadapan mereka. Wajahnya tampak murka dan penuh kebencian seolah tujuannya sekarang hanyalah mencabik semua musuh di hadapannya. Pangeran Andreas tertawa lantang di tempatnya berdiri, berpikir akan lebih mudah menyerang Lucia dalam wujudnya sekarang. Tubuh Lucia yang lebih besar tentu memudahkannya melancarkan serangan dari Magic Mirror, itulah yang pangeran siluman anjing itu pikirkan. Tanpa berpikir panjang lagi, dia memulai serangannya. Cahaya yang menyerang Aeera kini kembali muncul dari dalam cermin, melesat cepat ke arah Lucia. “Kau akan segera menyusul istrimu. Mati kau!” teriak pangeran Andreas, teramat kencang. Matanya membulat saat berpikir serangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD