Aeera merentangkan kedua tangannya tinggi di udara. Rasanya begitu lelah setelah seharian ini membimbing para juniornya yang baru saja bergabung dengan dewan siswa. Menjabat sebagai wakil dewan siswa jelas membuat Aeera sibuk bukan main memberikan arahan kepada bawahannya, terlebih karena Lucia menyerahkan tugas itu padanya. Aeera terkadang kesal karena Lucia selalu membuatnya repot dengan tugas yang seharusnya dikerjakan Lucia sebagai ketua. Tapi sifat pemuda itu yang senang memerintah dan seenaknya, sudah sangat dihafal Aeera. Dia hanya bisa pasrah daripada Lucia tiba-tiba menghilang karena pemuda itu tak suka dipaksa. Lagi pula Lucia menjadi ketua dewan siswa bukan karena keinginannya sendiri melainkan karena dipilih oleh anggota lain. Alasannya karena Lucia sangat tegas jika sudah me

