Lucia hanya menatap datar sosok gadis di depannya yang tiada henti mengoceh semenjak mereka meninggalkan bioskop. Siapa lagi kalau bukan Aeera yang terus menerus membicarakan film yang mereka tonton tadi. Padahal menurut Lucia, film itu biasa saja. Layaknya film zombie yang banyak menampilkan adegan menjijikan, Lucia tak terlalu berminat menontonnya. Satu-satunya alasan dia mau menonton film itu karena tak ingin Aeera benar-benar melakukan ancamannya dengan mengajak pria lain untuk menonton bersamanya. Jika bukan karena suara Aeera yang terus berteriak saat adegan yang menegangkan, mungkin sudah sejak memasuki studio bioskop, Lucia tertidur. “Tadi itu filmnya benar-benar seru. Biasanya film zombie kan sebagian besar menayangkan adegan seram ya, tapi film tadi itu beda. Ada adegan roman

