LIMA PULUH DUA

2236 Words

Di saat para siswa berhamburan menuju kantin untuk menghabiskan waktu istirahat siang dengan makan di sana, tidak demikian dengan Rania. Gadis itu masih berada di dalam kelas, duduk manis di kursinya.  Dia meringis saat tangannya digerakan dan merasa perih di bagian lengannya yang dililit perban. Tidak lain merupakan luka akibat tersiram kuah panas di restauran kemarin. Rania berdecak, kesal bukan main jika mengingat kejadian menyebalkan kemarin. Semua yang dialaminya merupakan kesialan. Dimulai dari tiket nontonnya yang tiba-tiba hilang sehingga Rania batal nonton film dan rencananya mendekati Lucia di dalam studio pun gagal total.  Ngomong-ngomong soal tiket yang tiba-tiba menghilang itu, hingga kini Rania heran tiada tara. Bagaimana tidak heran, dia yakin tiket itu sudah dimasukan ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD