Kedua mata Aeera yang terpejam perlahan namun pasti mulai terbuka lebar. Mata itu terlihat memerah dengan kelopaknya yang membengkak. Semalaman dirinya menangisi nasib sialnya yang harus menikahi pria kejam seperti Lucia. Aeera menghapus jejak air matanya dengan punggung tangannya. Luka-luka yang diciptakan Lucia memudar dengan sendirinya, anggap ini sebagai keberuntungannya karena terlahir sebagai siluman yang memiliki kekebalan tubuh berbeda jauh dengan manusia. Setiap luka yang bangsa siluman dapatkan akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu diobati. Aeera bangkit berdiri dari duduknya. Merasa ada sesuatu yang harus dia lakukan saat ini. Pembicaraannya dengan Lucia semalam belum selesai. Aeera masih menunggu Lucia menjelaskan alasan dirinya membunuh Alica. Sampai detik ini Aeera me

