Jeros menggeleng diiringi hembusan napasnya yang tampak frustasi, memandang bingung pada sang majikan yang tengah duduk bersila sembari menopang dagu dengan satu tangan. Kedua mata Lucia ikut terpejam. Dia tidak sedang tidur, namun dari dahinya yang beberapa kali tertangkap mengernyit, sepertinya ada banyak hal yang sedang mengganggu pikirannya. “Tuan, sudah saatnya kita ke tempat pesta. Di luar ada pengawal yang memberitahu pestanya akan segera dimulai,” ucap Jeros, takut-takut. Dia tidak ingin mengganggu sang majikan, namun mau bagaimana lagi, tak mungkin Lucia tidak hadir dalam pesta yang sengaja diselenggarakan oleh Aeera untuk merayakan dua tahun pernikahannya dengan Reiga. Lucia membuka mata dengan perlahan, menampakan iris birunya yang cemerlang. Dia mendengus, menatap bosan pad

