Minuman berwarna merah dalam sebuah botol itu tak hentinya bergoyang ketika Lucia menggerakannya. Dia mengernyit ketika mencium aroma yang menyengat saat mengendusi cairan tersebut. “Minuman apa ini, Jeros?” tanyanya. Jeros terkekeh sembari menggaruk belakang kepala. “Minuman itu bernama wine. Coba dicicipi, Tuan. Anda akan mengerti alasan saya bisa terjebak oleh Reiga, dengan begitu anda tidak akan terlalu menyalahkan saya lagi dan percaya saya memang tidak sengaja membongkar identitas anda.” Lucia mendengus, hendak melempar botol berisi cairan wine tersebut. “Eh, eh, Tuan. Jangan dibuang. Cicipi sedikit saja, saya mohon. Jika anda tidak menyukainya, baru anda bisa membuangnya. Hanya mencicipinya satu teguk saja.” Jeros memohon sembari menangkupkan kedua tangan di depan d**a. Luc

