Setelah pengenalan kamar misterius. Malamnya Kiranti dapat tidur dengan nyenyak dalam pelukan si Om. Rasa penasaran nya akan kamar misterius telah terbayar tuntas. Sebuah rahasia yang membuat jalan hidup si Om dan Kiranti berubah banyak. Dapat dikatakan Kiranti banyak tertolong oleh wasiat Kiara.
Paginya si Om akan berangkat kerja seperti biasa. Sudah meliburkan diri satu hari saja pekerjaan sudah menumpuk. Lebih baik tidak ditunda lagi. Agar pada saat semua surat menyurat pernikahan selesai bisa langsung berangkat honey moon atau kegiatan liburan lainnya. Sekarang kegiatan Kiranti hanya memasak sarapan pagi saja. Setelah itu menemani Nainai ngobrol sambil nonton TV sekaligus memijat kaki Nainai. Mau shopping Kiranti enggan. Walau sebenarnya suka. Malu sih nanti dikira matre pula. Padahal kan memang kebutuhan wanita.
Saat makan siang. Yanto pulang membawa dua orang perempuan. Satunya diperkenalkan kepada Kiranti bernama Florencia Liu anak dari Tante Sonia. Satu satunya anak perempuan karena saudaranya pria semua. Kekasih dari Yanto. Perempuan lainnya diperkenalkan kepada Kiranti dengan nama Cahaya Purnomo. Perempuan cantik berhijab dengan balutan busana gamis. Mereka sempat hadir ke pernikahan Erik dan Kiranti. Tapi Kiranti belum sempat berkenalan dengan mereka berdua. Nantinya kedua perempuan ini akan mengajarkan Kiranti, soal soal yang kemungkinan akan muncul di ujian saringan masuk universitas. Yanto hanya akan membantu sesekali disebabkan kesibukannya mengurus skripsi.
Tapi ada yang aneh ketika. Papa dan Mama menghampiri mereka. Florencia Liu yang lebih senang dipanggil Cia saja. Umurnya hanya lebih tua setahun daripada Kiranti. Dia menolak dipanggil Cece. Lebih asik panggil Cia saja.
"Siang A Suk dan Ai." sapa Cia.
"Siang juga Cia." balas Papa dan Mama.
Tidak ada yang aneh di sini. Tapi giliran sapaan dari Cahaya Purnomo kepada Papa dan Mama membuat Kiranti bingung.
"Assalamulaikum Papa Mama." salam Cahaya.
Kemudian menyalimi tangan Mama Sarah. Sekilas tidak ada yang aneh. Tapi jika diteliti kenapa Cahaya memanggil Papa Budiman dan Mama Sarah dengan Papa dan Mama. Kiranti tentu segan menanyakan langsung kepada mereka. Lebih baik nanti ditanyakan kepada si Om saja.
Papa dan Mama mengangguk sebagai balasan salam dari Cahaya.
Cia dan Cahaya akan bergantian mengajar Kiranti. Jadwalnya di sesuaikan dengan waktu mereka tidak kuliah. Mereka merundingkan jadwal dengan Kiranti agar tidak bentrok dengan jadwal mereka. Kiranti yang tidak mempunyai kegiatan pun tentu punya banyak waktu luang. Diputuskan Kiranti akan belajar selama 4 kali seminggu. Dengan durasi 2-3 jam. Pelajaran pun dimulai hari itu. Cia dan Cahaya telah mengumpulkan materi materi yang akan diajarkan. Tidak sulit bagi Kiranti untuk memahami materi yang diberikan karena sebagian besar memang merupakan hal yang dipelajarinya waktu SMU dulu.
Ketika sore Cia dan Cahaya mengajak Kiranti untuk jalan jalan ke salah satu mall. Buat refreshing dan shopping tentu saja. Kiranti ingin menolak tapi Papa dan Mama mendesak Kiranti mengikuti Cia dan Cahaya. Kiranti pun menghubungi si Om hendak meminta ijin jalan jalan. Si Om yang mengetahui bahwa Kiranti akan keluar bersama Cia dan Cahaya tentu saja mengijinkan. Si Om sudah sangat mengenal keduanya. Yang sudah dianggap seperti adik sendiri. Dengan senang hati akhirnya Kiranti mengikuti mereka berdua. Terlebih dahulu Kiranti mengganti baju dan membawa tas pemberian si Om. Isinya tentu saja uang dan kartu kredit maupun kartu debit pemberian si Om. Sudah lama dia tidak berjalan jalan dengan teman yang kurang lebih seumuran. Cia dan Cahaya hanya lebih tua setahun. Masih dapat dianggap sepantaran lah. Setelah berpamitan kepada Nainai, Mama dan Papa, ketiganya berangkat menggunakan mobil Cia.
Di dalam Mall ketiganya menikmati acara cuci mata ala anak kampus. Keliling melihat store dan barang yang dipajang dalam store. Sampai di sebuah store, mereka pun melihat lihat barang yang menarik perhatian mereka. Sedang asik memilih accessories dan pernak pernik yang lucu, tiba tiba rambut Kiranti ditarik oleh seseorang. Kiranti yang kesakitan membalikan badan. Langsung dia remas tangan yang menarik rambutnya. Remasan tangannya yang kuat akhirnya berhasil membuat si penarik rambut melepaskan tarikannya. Maklum Kiranti terbiasa kerja keras di ladang tentu kekuatan tangannya di atas kekuatan si penarik rambut. Kiranti melihat orang yang menye.rangnya. Ternyata itu adalah Bella. Dia mengibaskan tangannya yang kesakitan diremas oleh Kiranti tadi. Dirasakan oleh Bella sakit di tangannya mulai reda. Dia pun segera menyerbu Kiranti lagi. Tangan kanannya terangkat menampar Kiranti. Tapi tangannya itu segera ditangkap oleh Kiranti yang sudah siap dengan tangan kirinya. Kembali tangannya tersebut diremas dengan lebih kuat oleh Kiranti. Raut wajah kesakitan terlihat di wajah Bella. Dia pun melayangkan tamparan dengan tangan kirinya. Kiranti sedikit mengelak tapi tetap kena tipis. Kembali Bella melayangkan tamparan dengan tangan kirinya lagi. Tapi kali ini ditangkap oleh Kiranti dengan tangan kanan dan diremas juga. Di mana tangan kanan Kiranti tentu lebih bertenaga dibanding tangan kirinya. Alhasil Bella mengaduh kesakitan. Wajahnya mulai pucat. Kiranti malah semakin menguatkan remasan tangannya. Dan Bella pun menangis kesakitan. Cia dan Cahaya yang awalnya ingin menolong Kiranti sewaktu rambutnya ditarik oleh Bella. Sekarang hanya melongo menyaksikan aksi Kiranti. Sementara para pengunjung lainnya hanya diam menyaksikan saja.
Dalam posisi kedua tangan mengunci kedua tangan Bella. Kiranti melayangkan lututnya perut Bella. Bella pun meraung kesakitan. Tangisannya semakin menjadi. Cia dan Cahaya segera menarik tangan Kiranti. Mereka berusaha menenangkan Kiranti. Tapi tenaga mereka tidak sebanding dengan Kiranti. Tarikan mereka gagal. Kiranti terus meremas tangan Bella.
"Apa maksudmu menye.rang aku?" tanya Kiranti yang masih emosi.
Tentu saja emosi karena rambutnya ditarik dan pipinya sempat terkena tamparan walau tipis. Bella tidak bisa menjawab karena kesakitan. Dan hanya menangis. Sampai akhirnya beberapa petugas keamanan Mall datang. Mereka menarik tangan Kiranti agar melepaskan genggamannya dari tangan Bella.
Setelah beberapa saat berlalu tangan Kiranti pun lepas. Bella langsung lemas ke lantai. Kedua tangannya membekas oleh genggaman Kiranti.
"Dasar pelakor b*ngs*t." umpat Bella.
Kiranti hanya mendecih sebal. 'Kapan kamu nikah dengan si Om?' batin Kiranti. Petugas keamanan pun membawa mereka ke ruang keamanan Mall.
Dalam ruangan keamanan Mall. Mereka ditanyai kronologis kejadian dan permasalahan. Kiranti menceritakan dengan jujur. Berbeda dengan Bella yang mencoba memutar balikkan fakta. Bella bercerita bahwa Kiranti yang menye.rang duluan. Cia dan Cahaya pun mendukung pembelaan Kiranti. Tapi karena masih satu pihak. Maka mesti diteliti secara benar. Akhirnya dibukalah CCTV. Dari CCTV terungkap kalau Bella yang lebih dulu menye.rang Kiranti. Tindakan Kiranti hanya dianggap membela diri. Tapi Bella berkilah.
"Dia pelakor Pak. Dia merebut suami saya. Karena itu saya menyerang dia." kilah Bella.
"Saya istri sah Pak. Dia hanya mantan tunangan. Menikah dengan suami saya saja dia belum." sanggah Kiranti.
"Benar Pak. Dia hanya mantan tunangan. Teman saya istri sah." sahut Cia.
Setelah diberikan foto foto pernikahan Kiranti. Akhirnya untuk konfirmasi petugas keamanan meminta mereka menghubungi Erick. Di lain pihak, Bella yang sudah merasa terpojokkan pun memikirkan cara untuk kabur. Posisinya sudah jelas di bawah angin.
"Pak. Saya ada urusan penting. Bisa saya pergi?" ujar Bella.
Petugas keamanan melihat Bella dengan keheranan. Ada sesuatu yang mengatakan bahwa wanita itu berusaha menghindar. Maka petugas pun berusaha menahan Bella untuk pergi sebelum masalah selesai. Semuanya demi kenyamanan pengunjung.
"Maaf Bu. Ibu boleh pergi bila masalah sudah diselesaikan." kata petugas keamanan.
" Karena tindakan ibu sudah meresahkan pengunjung lain. Maka untuk saat ini kami menunggu kedatangan dari orang yang diakui oleh ibu berdua sebagai suami. " kata petugas lainnya.
Sementara di gedung kantor Erick. Erick yang selesai kerja. Dan sedang berjalan meninggalkan gedung kantornya.
drrtttt drrrrttttt
Ponselnya berbunyi. Kali ini berasal dari ponsel dengan nomor yang hanya digunakan untuk keluarga dan teman terdekat saja. Erick memang menggunakan 2 ponsel. Satu buat publik dan keperluan bisnis. Satunya lagi memang dikhususkan buat keluarga dan teman dekat. Di kantor hanya Bayu dan Dion saja yang tahu nomor kontak ponsel tersebut. Diangkatnya ponsel tersebut. Terlihat nama kontak 'Baby', segera Erick menekan tombol hijau.
"Ada apa My Baby?"
[..... ]
"Hah kamu ditahan pihak Mall zzz."
[........ ]
"Baiklah aku segera ke sana."
Erick pun setengah berlari menuju mobil nya. Kemudian membawa mobilnya cukup kencang menuju Mall zzz.
Selang beberapa waktu. Erick telah tiba di Mall zzz. Dia pun setengah berlari menuju ruang keamanan Mall tersebut. Sebelumnya dia terlebih dahulu bertanya kepada petugas keamanan yang berjaga. Sesampainya di depan ruang keamanan. Tergesa dia mendorong pintu untuk masuk. Setelah melihat sekeliling sebentar. Dia segera menghampiri Kiranti. Tapi Bella mencegat dan mencoba merayu Erick.
"Sayang. Dia memukulku. Lihat tanganku memar karena pukulannya." rayu Bella.
Namun Erick mengabaikannya dan memperhatikan Kiranti.
"Kamu tidak apa apa? Tidak ada masalah serius kan?" tanya si Om kepada Kiranti.
"Tidak apa apa Om. Mantan tunangan Om yang g1la menye.rang aku. Tentu saja aku melawan untuk membela diri." jawab Kiranti.
"Selamat malam Pak. Kedua Ibu ini terlibat perseteruan. Jadi kami amankan dulu keduanya. Sekarang kami ingin konfirmasi dari Bapak. Yang manakah istri Bapak?" sapa Kepala keamanan sekaligus bertanya.
"Selamat malam juga Pak. Terima kasih telah melindungi istri saya ini." sapa Erik sambil menunjuk Kiranti.
"Ada bukti2 kalau Bapak dan Ibu sudah menikah misalnya akte pernikahan?" tanya kepala keamanan.
"Surat menyurat masih dalam proses Pak. Tapi saya menyimpan foto foto dokumentasi pernikahan saya di ponsel saya." jawab Erick.
Kemudian memperlihatkan foto foto pernikahannya dengan Kiranti di ponsel nya. Petugas keamanan pun percaya. Tiba tiba Bella berlari cepat meninggalkan ruang keamanan. Dia sudah mengincar untuk kabur setelah terdesak tadi. Petugas keamanan mencoba mengejar namun gagal menahannya. Bella berhasil meloloskan diri. Entah bagaimana caranya. Akhirnya petugas keamanan pun melepaskan Kiranti. Dilanjutkan dengan tawaran bantuan bila Erick dan Kiranti hendak menuntut Bella. Tapi Erick dan Kiranti akhirnya memilih memaafkan Bella. Mereka hanya meminta salinan CCTV saat kejadian. Mendapatkan salinan yang diinginkan, Erick pun membawa Kiranti meninggalkan ruangan untuk pulang. Diikuti oleh Cia dan Cahaya yang juga akan pulang ke rumah mereka sendiri.