Tsundere

1656 Words

Gadis berambut sebahu itu terlihat mengulum bibir dengan kening mengkerut. Matanya masih menatap layar pipih di tangannya sembari mengerjap samar. Gadis itu bergerak kecil dengan menyender pada sofa di ruang tamu rumahnya. Suara cekikikan terdengar dari jauh membuat gadis yang berprofesi sebagai dokter itu mengangkat wajah kecil. Dengan mendelik kecil ia melongos saja melihat adiknya sudah tertawa geli memandang ponselnya. "Elo kenapa, sih dek? Kesambet? Heboh amat ketawanya," cibirnya dengan menghela panjang, Adiknya malah melongos dengan memutar matanya jengah. Gadis yang tidak lain adalah Metta itu terlihat menggeser tubuhnya lalu mendekat pada adiknya yang hanya beda dua tahun dengannya. "Dih. Mau tahu aja," cibirnya lalu mendudukan diri pada sofa dengan bibir mengerucut. Metta bera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD