Cemboker

1340 Words

Azura duduk termenung di atas balkon dengan menatap lurus pemandangan di atas sana. Matanya mengerjap samar dengan helaan nafas gusar. Gadis itu bergerak kecil sembari menaruh dagu di atas pembatas balkon. Omongan sekaligus omelan pedas Arseno tadi masih membekas di ingatannya. Apalagi nada bicara pemuda itu yang datar dan dingin membuatnya semakin disudutkan. Ingin rasanya Azura membalas apa yang saudara kembar Alvaro itu katakan padanya. Namun, semua yang Arseno lontarkan padanya ada benarnya juga. Mungkin, selama ini Azura terlalu egois. Terlalu memikirkan perasaannya sendiri, selalu menarik diri seakan menjadi korban dari semua yang Alvaro lakukan. Padahal kalau dilihat-lihat, Alvaro tidak sepenuhnya bersalah. Pemuda itu juga termasuk korban, korban dari motornya yang mendadak remnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD