Azura menghela pelan sembari mengusap kasar air matanya. Gadis berpipi gembul itu mendenguskan hidung dengan bahu yang kembali bergetar. Baru saja dia mendengar kabar kalau Leo datang ke rumahnya dan ambruk di depan rumahnya hanya untuk sekedar memgabarkan tentang keberadaan Alvaro. Namun, naasnya. Leo tidak bisa terselamatkan. Pemuda bermata sipit itu telah tiada. Keluarganya pun terlihat berbondong-bondong datang melihat keadaan pemuda itu dengan panik. Karenya Leo merupakan satu-satu putra tunggal di keluarganya. Azura hendak beranjak dari tempat duduknya. Namun, kedua lututnya terasa lemah begitu saja membuat tubuhnya terduduk di lantai rumah sakit. Azzam yang melihat itu sontak mendekat dengan memegang kedua bahunya. Azura perlahan mendongak menatap manik mata cokelat milik Azzam,

