Pemuda jangkung itu menghela nafas panjang sembari menarik rambutnya ke belakang dengan jemarinya. Tatapannya datar dengan mata cokelat yang seakan mengintimadasi. Arseno. Biasa disapa Seno itu meregangkan tubuhnya setelah berkutat dengan banyaknya pasien yang ditanganinya. Tangannya terulur menyentuh lehernya sembari menyender pada kursi kebesarannya. Ketukan pada pintu ruangannya membuat pemuda itu mengangkat wajah pelan. "Masuk." Ujarnya datar ciri khas seorang Arseno Nugroho. Seseorang melongokan kepalanya di ambang pintu dengan menyengir lebar kearahnya membuat Seno mengalihkan wajah tidak peduli. Arseno kembali memijat lengannya sendiri tanpa menghiraukan sahabatnya yang sudah mendudukan diri di hadapannya. "Ck. Kebiasaan yah lo kanebo kering, gue siram juga nih biar gak kaku,

