Brother?

1180 Words

Ruangan berdominan putih dengan bau obat menyengat itu terlihat sosok pemuda tengah berbaring lemah di atas ranjang. Ada alat bantu pernapasan yang terpasang. Beberapa goresan nampak terlihat pada wajah tampannya. Tangan kiri, kaki kanan dan juga kepalanya terlihat di perban karena luka. Pintu terbuka. Kedua suster berjalan menghampiri pemuda itu yang masih tidak sadarkan diri. Salah satu suster mengecek saluran infus sembari memperhatikan pemuda yang terlelap itu, "ini keluarga atau kerabatnya belum dikabari?" Suster yang lain menggeleng lemah. "Identitas pasien belum diketahui sus. Jadi pihak rumah sakit belum bisa mengabari siapa pun. Kita tunggu pasiennya sadar dulu," jelas suster bertubuh agak pendek itu, suster yang di samping ranjang pemuda itu hanya mengangguk lemah merasa pri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD