bc

Diary X Playboy

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
badboy
goodgirl
drama
twisted
serious
highschool
first love
school
villain
like
intro-logo
Blurb

Kamu....

Seperti rintikan hujan yang turun perlahan di tengah gurun pasir yang gersang saat aku merasa dahaga. Membuatku tak berdaya disaat tak punya pilihan lain selain menunggumu datang membasahiku. Terkadang aku berpikir, tidak bisakah kamu menjadi segelas air saja? Agar aku lebih mudah menegukmu, lalu hausku cepat reda.

Cinta adalah sebuah kata penuh makna, mewakili segala macam emosi yang berkaitan dengan rasa ketertarikan. Cinta datang bersamaan dengan obsesi dan keikhlasan. Berbicara tentang seberapa kuat menggenggam atau saling melepaskan.

Mempertahankan sebuah rasa yang pekat pada awalnya, dan memudar pada akhirnya.

Zheyya gadis sederhana dan Kanha pemuda playboy, dua insan yang memiliki sisi dengan latar belakang yang berbeda. Ketika benci perlahan menjadi cinta. Bisakah berlabuh di muara yang sama dipenghujung rasa?

chap-preview
Free preview
Bab 1 Pertemuan
Juli, 2015. Gadis itu duduk paling depan di kelas yang bising dengan kesibukannya masing-masing. Mencurat coret buku tulisnya, tanpa peduli dengan yang lainnya. Zheyya mutia, siswi kelas X di SMA Bahagia. Wajahnya terlihat muram, bibirnya dikerucutkan lalu menunduk menatap kedua kakinya yang dibungkus sepatu hitam polos. ‘Kapan pelajarannya dimulai sih? Gurunya juga ga datang-datang,' gerutu Zheyya dalam hati. Di antara semua murid, hanya Zheyya yang tidak beradaptasi. Dia tidak menegur sapa atau menghiraukan siapa pun. Bagi Zheyya, sekolah hanya untuk belajar. Dia tidak ingin menjalin pertemanan yang tidak perlu. Sekali lagi, Zheyya menatap ke arah jam dinding di atas papan tulis. Pukul 9 tepat, dan itu menjadi awal pertemuan siswa siswi baru yang ricuh tanpa arahan. Tak ada guru ataupun kakak kelas OSIS yang datang membimbing. Zheyya yang mulai bosan melirik jam dinding, menundukkan kepalanya lagi lalu menangkupnya dengan kedua tangan yang dilipat di atas meja. Perlahan matanya menutup. Namun tiba-tiba ... Kelas menjadi hening. Refleks zheyya mengangkat kepalanya dan duduk tegap. Matanya langsung menatap ke arah siswa yang datang dari arah pintu masuk. Seperti yang dilakukan semua murid di kelas itu. Bagaimana tidak? Selain penampilannya yang mencolok, siswa itu juga cukup menarik perhatian. "Famous boy pentolan SMP TAMAN BAHAGIA" bisik seorang siswi di belakang Zheyya. 'Really? Ffft ... Famous boy?' Zheyya terkekeh dalam batin, meski begitu dia tak mengalihkan pandangannya. “Kanha!" Seru seorang siswa yang duduk di barisan samping Zheyya sambil menepuk-nepuk kursi kosong di sisinya. Namun Kanha acuh, dan malah mendekat ke arah kursi di samping Zheyya. Drrrk .... Kursi itu digeser dan dia pun duduk santai. Zheyya menghela nafas berat, merasa apa yang dia lakukan sia sia. 'Kirain yang dateng guru atau OSIS' batin Zheyya. Lalu dia pun menurunkan bahunya dan menyender ke kursinya lagi dengan santai. Tapi tak lama kemudian tiga orang siswi dengan rok SMP datang menghampiri Kanha. Mencubit lengannya yang sedang asyik memainkan Blackberry Gemininya sembari menunduk. Kanha pun menengadah, lalu merespons dengan senyuman kecil. Sontak dua gadis lainnya berteriak histeris. "Aaaa! ... Ciye! ... Ciye! ... Jenny dan Kanha!" Sekali lagi Kanha menjadi pusat perhatian seisi kelas. Zheyya yang merasa risi, ikut melirik mereka. Melihat lirikan Zheyya, gadis itu menggelayut mesra di lengan Kanha sambil menatap sinis ke arah Zheyya. 'What's wrong with me?' batin Zheyya tak habis pikir, lalu memalingkan wajah dan menutupnya dengan buku. Zheyya yang tak ingin menjadi pusat perhatian menjadi sangat tidak nyaman, karna ikut terlihat di antara pasangan itu. Iris mata Jenni yang berbinar menatap Kanha dengan malu, dan wajah putihnya semakin terlihat imut saat kedua lesung pipinya ikut merona. Hanya dengan melihat sudut bibir Kanha sedikit melengkung saja, gadis-gadis berteriak histeris. Namun lain dengan pandangan Zheyya, baginya Kanha tidak menarik perhatiannya sama sekali. Romansa SMA, kisah cinta klise yang umum terjadi. Manis dan mendebarkan! Cinta? Itu tidak ada di kamus Zheyya. Baginya cinta adalah hal tabu, perasaan yang harus ia hindari. Lingkungan dan tuntutan keluarga membentuknya menjadi pribadi yang kaku, dan berpikiran kolot. Di usia remajanya Zheyya sudah harus bekerja sangat keras. Berjualan kue keliling, mengasuh anak tetangga, atau melakukan apa saja demi beberapa lembar rupiah meski harus melakukan pekerjaan yang cukup berat. Teng! Teng! Teng! Bunyi bel sekolah membangunkan Zheyya dari mimpi singkatnya. “Oke, hari ini sampai di sini saja. Kalian boleh pulang! Jangan lupa bawa alat alat yang kakak suruh untuk kegiatan besok!” ujar seorang siswa dengan seragam OSIS, sambil menutup spidol yang baru saja ia gunakan lalu meletakannya di atas meja. Semua murid pun berhamburan keluar kecuali Zheyya yang masih melongo sambil mencerna situasi. Beberapa saat kemudian akhirnya kelas pun hening. Zheyya mengeluarkan pulpen dengan malas, lalu mencatat tulisan yang ada di depannya. Tiba tiba ... “Pules banget tidurnya, besok besok bawa bantal gih,” celetuk seseorang di belakang Zheyya. Sontak Zheyya pun menoleh kaget. Ternyata sedari tadi Kanha berdiri di belakangnya. Namun Zheyya memasang wajah sedatar mungkin, dan malah kembali menulis tanpa menggubris kehadiran Kanha. Melihat Zheyya yang mengacuhkannya, Kanha berjalan gontai pergi meninggalkan ruangan itu. Setelah Kanha pergi, gadis itu membuang nafas kasar sambil memegangi dada sebelah kirinya. “Dasar cowo aneh, gajelas! Bikin kaget aja!” Zheyya mendengus kesal. Selesai menulis, Zheyya memasukkan buku dan pulpennya ke dalam tas. Lagi-lagi Zheyya menghela nafas berat seakan enggan melakukan apa pun, lalu meregangkan badan mungilnya sambil menatap ke luar jendela. Terlihat lapangan sekolah dengan beberapa pohon rindang di kedua sisinya. Semilir angin menggoyangkan dedaunan pohon-pohon itu, lalu masuk ke sela ventilasi jendela kelas. Zheyya pun refleks menarik nafas dalam-dalam, merasakan kesejukan saat kedua manik matanya ia pejamkan sesaat. Tapi kali ini gadis ini bangkit dari duduknya, menggendong ransel hitamnya dan berlalu dari sana.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
35.8K
bc

Claimed by my Brother’s Best Friends

read
819.5K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
10.5K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
613.1K
bc

The Lone Alpha

read
125.5K
bc

Bad Boy Biker

read
8.7K
bc

The CEO'S Plaything

read
19.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook