Liam baru saja selesai membuat kopi ketika mendengar suara ketukan diminta, disusul suara Rion yang meminta izin untuk masuk. "Masuk!" Teriak Liam memberi izin. Tak lama kemudian pintu terbuka. "Selamat siang, Tuan Liam." Rion menyapa sambil menundukkan sedikit kepalanya. "Siang," balas singkat Liam. Liam lantas berbalik menghadap Rion. "Bagaimana hasilnya? Apa kamu menemukan sesuatu?" "Saya hanya bisa mendapatkan informasi ini, Tuan." Rion lantas menyerahkan sebuah flashdisk pada Liam. Liam menerima flashdisk tersebut, lalu duduk di depan laptopnya. Liam lalu memeriksa isi flashdisk pemberian Rion. "Hanya ini?" Liam menatap tajam Rion. Nada bicara Liam yang tak bersahabat, dibarengi mimik wajahnya yang juga sangat menyeramkan membuat Rion ketakutan. Rion menundukkan wajahnya

