71 - Restu Arya dan Sonia

1715 Words

Saat ini Evelyn sudah berdiri di depan pintu kamar orang tuanya. Untuk kesekian kalinya, Evelyn menarik dalam nafasnya, kemudian menghembuskannya secara perlahan-lahan. Evelyn menunduk, menatap kedua tangannya yang mulai mengeluarkan bulir keringat, sebagai pertanda jika saat ini dirinya sedang gugup. "Eve, jangan gugup, lo harus tenang, ok," ucap Evelyn pada dirinya sendiri. Tangan kanan Evelyn terangkat. Evelyn lantas mengetuk pintu kamar orang tuanya, tak lupa juga untuk memanggilnya, tapi tak kunjung ada tanggapan dari kedua orang tuanya. Evelyn akhirnya berpikir kalau mungkin kedua orang tuanya sudah tertidur. "Besok pagi aja deh bilangnya, kayaknya Papah sama Mamah udah tidur," ucapnya sambil melangkah pergi menjauhi kamar orang tuanya. Evelyn tidak kembali ke kamar, tapi pergi m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD