Pov Author
"b******k!" umpat Rey setelah gagal menyuruh Ocha pulang. Semalam dia sempat mendatangi beberapa tempat yang sering dikunjunginya bersama istrinya termasuk di restoran yang pagi ini Ocha kunjungi. Dia kemudian meninggalkan nomor telepon pada pelayan restoran yang sudah hafal betul dengannya juga istrinya agar mengabari jika tiba-tiba melihat istrinya datang ke sana.
Keesokan paginya pelayan restoran itu kemudian menelpon Rey saat melihat Ocha datang. Rey buru-buru datang ke restoran untuk menyeret istrinya pulang. Rey meradang penuh penuh emosi ketika kedatangannya di sambut dengan adegan mesra istrinya bersama lelaki lain.
"Sejak kapan istri luguku berubah!" geram Rey dalam mobilnya.
Tring!
Lamunan Rey buyar ketika sebuah notifikasi pesan watshap masuk ke ponselnya. Ternyata itu dari pelayan restoran yang ia mintai tolong sebelumnya.
[Pak Rey. Vidio anda menghajar selingkuhan istri anda sudah viral di medsos.]
Rey kemudian membuka vidio saat dia sedang menghajar Nevan. Kemudian dia juga membuka satu link yang pelayan restoran itu berikan. Dia tersenyum ketika melihat banyak komentar nitizen yang mendukungnya menghajar Nevan.
Rey tiba-tiba mempunyai ide bagus. Dia dan keluarga Lisa mendatangi rumah irang tua Ocha.
Rumah orang tua Ocha dan Lisa berdekatan. Mereka memang bertetangga, untuk itulah Ocha dan Lisa bisa tetap akrab hingga mereka dewasa.
"Jadi gini, Mbak. Kedatangan kami kesini untuk membahas masalah Rey dan Ocha." ucap Ibu Lisa pada Ibu Ocha.
"Memangnya ada apa dengan mereka?" tanya Tia, Ibu Ocha.
"Anak Mbak sudah kabur bersama selingkuhannya. Kabar itu sampai viral di medsos, Mbak." ucap Rina.
Ayah Ocha tidak terima dengan tuduhan Rina, "Saya kenal anak saya, dia tidak mungkin berbuat serendah itu."
Rey menyahut, "Yang di katakan Ibu Rina benar, Ayah. Ini saya bawa buktinya."
Rey menunjukan vidio yang ada di ponselnya kepada kedua mertuanya.
Wajah Ayah Ocha berubah kecewa ketika melihat vidio yang menantunya tunjukan.
"Apa maksud Ocha saat bilang kamu akan menikahi Lisa?" tanya Tia yang masih belum percaya 100% kalau anaknya telah menghianati Rey.
"Jadi gini, Mbak. Seperti yang saya curhatkan kemarin kalau calon suami Lisa telah membatalkan rencana pernikahan mereka padahal kan undangan sudah tersebar. Saya meminta tolong pada Rey untuk berpura-pura menikahi Lisa. Sebulan saja. Setelah sebulan, saya janji mereka akan bercerai." ucap berbohong Rina agar Tia setuju dengan permintaanya.
Wawan, Ayah Ocha membulatkan matanya, begitu juga istrinya.
"Kamu gila, Rin. Kalau mau nyelametin nama baik keluargamu, cari lelaki single. Bujan lelaki beristri seperti Rey. Mungkin Ocha berselingkuh karena alasan ini. Kamu gak sadar kalau perbuatanmu bisa merusak rumah tangga anakku!" ucap lantang Tia. Dia heran dengan jalan pikiran tetangganya.
"Loh, kok kamu jadi nyalahin aku. Rumah tangga anakmu rusak karena perbuatan bej*d anakmu sendiri. Sudah punya suami masih selingkuh!"
Rina berapi-api, tak terima dengan tuduhan Tia.
"Rey. Saya minta maaf atas perbuatan anak saya Ocha." suara pelan Wawan membuat pertengkaran Tia dan Rina terhenti.
"Kenapa Ayah minta maaf? gak dengar apa kata Ocha di vidio tadi? dia selingkuh karena Rey menantu kita mau menikahi Lisa!" Tia geram dengan kelembutan hati suaminya pada menantu kurangajarnya.
"Ibu, dengar Ayah ngomong dulu." ucap Wawan kemudian. Tia terdiam.
"Saya memyesalkan perbuatan anak saya. Sekali lagi saya minta maaf."
Rey menyeringai kecil, merasa terlalu awal menang.
"Apa kamu serius ingin menikahi Lisa?" tanya Ayah Ocha kemudian.
Rey mengangguk, "Hanya untuk sebulan. Saya janji akan menceraikan Lisa setelahnya."
Wawan menghela nafasnya, "Pernikahan bukan main-main. Apapun alasannya, saya kurang setuju. Sepertinya kamu dan Ocha sama-sama bersalah. Kalian terlihat sudah tidak ada keharmonisan lagi. Untuk itulah, saya minta kembalikan saja Ocha pada kami. Ceraikan dia."
Rey terkejut mendengar ucapan Ayah Ocha tidak sesuai dengan harapannya. Sedangkan Rina tersenyum senang mendengar Wawan meminta Rey menceraikan Rina. Ini berarti Lisa akan menjadi istri satu-satunya Wawan kelak.
"Ayah, saya tidak mahu bercerai dengan Ocha. Saya sayang Ocha. Saya akan memaafkan kesalahan Ocha jika dia mau kembali pada saya. Saya mohon pak, jangan suruh saya menceraikan istri yang sangat saya cintai itu." ucap Rey memohon pada Ayah mertuanya. Dia bersandiwara di depan Wawan seolah sangat mencintai Ocha. Padahal dia hanya takut pada orangtuanya jika orangtuanya tahu Ocha pergi lagi pasti mereka akan mengamuk. Orangtuanya adalah orang yang susah terpengaruh, meski dengan bukti vidio yang sudah tersebar luas itu takan mampu membuat orang tua Rey percaya begitu saja kalau menantunya benar-benar selingkuh.
"Tapi, saya tidak rela anak saya di madu. Apapun alasannya."
Rey mencoba berpikir sejenak, "Baiklah. Saya tidak akan menikahi Lisa. Tapi tolong saya untuk membujuk Ocha pulang kerumah lagi."
Wawan bernafas lega mendengar ucapan menantunya.
"Baiklah. Saya akan paksa anak saya untuk pulang. Kamu jangan khawatir." janji Wawan. Tia kurang setuju dengan tindakan suaminya, tapi dia hanya bisa diam.
Rey dan Rina keluar dari rumah Wawan. Rina marah besar pada Rey yang mengatakan bahwa dia tak jadi menikahi anaknya.
"Pembohong kamu, Rey. Kamu bilang kalau kamu cintanya cuma sama Lisa. Tapi kamu ngemis-ngemis tak mau menceraikan Ocha. Dasar lelaki tak punya pendirian!" cibir Rina.
"Bukan gitu, Bu. Saya mempertahankan Ocha hanya demi orangtua saya. Mereka sudah mengancam saya sebelumnya, kalau sampai membuat masalah lagi dengan Ocha, mereka tak mau lagi menganggap saya sebagai anak mereka!"
"Alaaah...! paling cuma ngancem saja orangtuamu, itu!" bebel Rina.
"Saya akan tetap nikahin Lisa. Tapi secara diam-diam. Apa anda setuju?"
Wajah cemberut Rina berubah ceria." Setuju. Ini demi kondisi mental Lisa sekarang."
Rey kembali menuju rumah sakit, sedangkan Rina memutuskan pulang. Dia tak mau mengganggu anaknya bersama Rey.
Rey membuka pintu ruang rawat Lisa. Lisa membuka matanya yang awalnya terpejam. Dia mencoba untuk bangkit dan Rey buru-buru menolongnya.
"Kamu sudah baikan?" tanya Rey, Lisa mengangguk.
"Aku suapin kamu, ya. Aku bawain sop ayam dan nasi. Pasti kamu bosen sama masakan rumah sakit kan?"
Lisa memggeleng, "Aku tidak lapar."
Rey menhela nafasnya, "Sampai kapan kamu akan terus seperti ini? sampai kapan kamu akan terluka dan menyakiti dirimu sendiri demi b******k itu, hah?"
Lisa menangis mendengar ucapan kasar Rey, dia sebenarnya belum sangat pulih. Rey kemudian membawa Lisa ke dalam pelukannya.
"Kamu lihat aku sedikit saja, Lisa. Gak ada yang mencintaimu sebesar cintaku padamu. Kamu harus buka matamu!"
Lisa semakin terisak.
"Aku akan menikahimu Lis. Aku gak mau kamu tersakiti lagi seperti ini. Aku akan menjagamu sepenuhnya setelah ini. Tolonglah, cepat pulih. Setelah itu, kita akan menikah."
Lisa yang sedang hilang arah terbujuk omongan Rey. Dia membalas pelukan Rey dan Rey sangat senang dengan itu.
Seminggu kemudian, Rey resmi menikah dengan Lisa. Rey membelikan rumah kecil untuk Lisa, karena tabungannya hanya cukup untuk membeli sebuah rumah kecil. Lisapun tak keberatan. Kasih sayang Rey pada Lisa membuat wanita itu kini sangat takut kehilangan suaminya. Bahkan dia tak setuju kalau Rey mengatakan akan mencari Ocha. Tapi setelah Rey menjelaskan sebabnya, mau tak mau Lisa mengalah. Satu kali di campakan lelaki membuat Lisa trauma. Dia kini ingin menguasai Rey sepenuhnya setelah merasakan kasih sayang Rey yang sangat besar padanya.
Orang suruhan Rey menemukan keberadaan Ocha. Rey tersenyum penuh kemenangan. Dia kemudian membawa orang tua Ocha agar membujuk Ocha kembali kerumahnya.
Ocha terkejut melihat kedua orangtuanya tiba-tiba datang bersama Rey. Ocha melakukan perlawanan saat Ayahnya meminta dia kembali ke ruamh Rey. Alhasil, sebuah tamparan mendarat di pipinya.
"Ayah tak mengajarkanmu jadi seorang istri durhaka seperti ini! suamimu sudah memaafkan perselingkuhanmu dan kamu malah menolak di ajaknya pulang!"
Ocha hanya mampu terdiam, dia tak mau mengatakan apapun. Ayahnya punya penyakit jantung, dia tak mau membuat terkejut Ayahnya jika memceritakan tentang apa yang di lakukan Rey padanya selama ini.
"Bereskan barang-barangmu! atau Ayah tidak akan menggapmu sebagai anak Ayah lagi!" ancam Wawan pada Ocha. Ocha tak punya pilihan lain. Dia mengikuti ucapan Ayahnya.
"Kamu yang sabar ya, Cha. Ayahmu menyuruhmu kembali pada Rey, semua demi kebaikanmu. Rey tak jadi menikahi Lisa. Dia berjanji pada kami." ucap Tia sambil membantu Ocha mengemas barangnya.
"Ocha gak selingkuh, Bu. Ocha gak bohong. Ocha diam bukan karena Ocha salah, tapi karena tak mau sakit jantung Ayah kambuh jika mendengar perlakuan Mas Rey pada Ocha selama ini!"
Tia mengusap airmata anaknya. "Ibu percaya kamu, Ocha. Ibu sangat tahu kamu tidak mungkin akan berbuat serendah itu."
"Mas Rey sangat jahat, Bu. Kebaikannya hanya topeng belaka. Dia takan mungkin bisa melupakan Lisa. Ocha gak mau bertahan dengan lelaki yang hatinya buat orang lain." cerita Ocha sambil terus menangis.
"Kamu beetahan sebentar lagi. Ibu akan cari cara agar Ayahmu ada di pihakmu tanpa membuat penyakitnya kambuh."
"Ibu janji?" tanya Ocha di tengah isakannya.
Tia mengangguk, "Iya, sayang. Ibu janji."
Ocha memeluk ibunya. Dia sangat bersyukur Ibunya mempercayainya dan ada di pihaknya.