Bertemu Tante Arni

1104 Words

Lintang dan mamanya saling pandang, mereka mendadak mempunyai jawaban yang sama dalam benak mereka. Mereka pun pulang dari pemakaman dalam keadaan diam. “Apa mungkin Ajeng di Jakarta, Lintang?” Widya yang tidak tahan dengan diamnya akhirnya mempertanyakan Ajeng. “Aku nggak tau, Ma. Mungkin saja,” tanggap Lintang pelan. “Bukannya dia pulang ke Sleman?” “Ya.” Widya tatap wajah kusut dan letih Lintang. Dia tahu perjuangan Lintang saat mengusut kematian kakaknya, kurang makan dan matanya memerah karena kurang tidur. Lintang bahkan tidak peduli lagi dengan pekerjaan, dan dia menyerahkan sepenuhnya ke bawahan. Widya memegang dadanya membayangkan Ajeng dan Janu, apa kabar keduanya? Apa mereka sengaja datang dari Sleman ke Jakarta hanya untuk berziarah. Tak terasa air mata sesal Widya tump

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD