Karena sikap Arni dan Nenek Sari sangat tenang, Lintang juga ikut merasa tenang. Dia lalu diajak Arni untuk duduk leseh di atas kasur tipis di depan televisi di ruang keluarga. Lagi-lagi Lintang takjub melihat keadaan rumah Ajeng bagian dalam, yang cukup lega dan banyak furniture serta perabotan kuno. Lalu ada sebuah pigura foto kuno di salah satu sisi dinding, sebuah foto keluarga besar yang memakai baju adat keraton. Melihat Lintang yang keheranan, Nenek Sari pun menjelaskan bahwa itu adalah keluarga besannya yang merupakan keturunan bangsawan, dia juga menunjuk almarhum Ayah Ajeng yang masih sangat muda di foto tersebut. “Ini rumah keluarga Mas Janu sebelum dijual ke Nenek Sari.” Nenek Sari dengan bangga menjelaskan asal usul rumah yang dia tempati tersebut. Dia senang dengan sikap L

