Apa Kamu Mau?

1019 Words

Napsu Lintang langsung naik ke permukaan, bawah perutnya berdenyut dan itu baru saja ditatap Ajeng. Saat mobil berhenti lama, tangannya sibuk melepas ikat pinggang dan menurunkan resleting celana. Lintang lalu menurunkan celananya sedikit ke bawah, untuk memberikan ruang si adik kecilnya agar muncul ke permukaan. Ajeng melirik ke belakang sebentar, memastikan Janu yang tampaknya masih tidur pulas. Dia lalu mendekati wajah Lintang, melumat bibir Lintang dengan selembut mungkin, dan berlama-lama, dengan tangan yang sudah meluncur ke tongkat Lintang yang mengacung. “Kamu tegang banget, Mas Lintang,” ujar Ajeng dengan mata sayunya, memperbaiki ikatan rambutnya. Mata Ajeng membuat Lintang tak berdaya saat menatapnya. Ajeng perlahan menurunkan wajahnya ke milik Lintang, awal-awal memasukkann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD