Bab 22

1189 Words

Sementara itu, Friska dan Shelyn yang menyaksikan adegan mesra antara Melodi dan Alfa hanya bisa berbisik, sesekali saling sikut. “Ma, mereka romantis banget, sih. Bikin iri,” rengek Shelyn sambil gigit sendok. “Kamu ini , ya sudah sana cari calon suami yang bener.” Friska mendengus kesal. “Ih, Mama,” Shelyn menghentakkan kakinya kesal. “Mel,” panggil Friska pada Melodi yang masih berdiri di depan pintu. “Iya, Tante?” Melodi menutup pintu dan berjalan menuju ruang makan. “Ini, s**u kamu belum diminum. Terus ini... Kata Bi Asih kamu minta dibuatin bubur ayam, ya. Ini udah selesai.” Friska menunjuk ke arah semangkuk bubur ayam komplit. Di sebelahnya ada segelas air putih dan segelas s**u. “Iya, ini mau makan.” Melodi berusaha tersenyum. “Ma, Shelyn mau nonton tv dulu. Kayaknya ada ac

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD