EPS 34

2398 Words

1,5 Tahun kemudian,   Rasanya nyaman dan hangat walaupun angin berhembus kencang. Sinar di kejauhan membuat silau tapi dia bahkan tidak ingin membuka mata. Matahari sore yang hangat pasti telah meninggi mencapai tempatnya saat ini dan keajaiban sore seperti yang sudah-sudah akan kembali terulang.  Namun untuk sore ini, biarkan keajaiban itu menemaninya dan menjadi momen istimewanya. Hanya untuknya sendiri supaya dia selalu mengingat rasa syukur tak terhingga yang masih sulit di ungkapkan dengan kata-kata. Sesuatu yang sangat disyukuri oleh Giovani Arnold Aksara. Giovani membuka matanya, tangannya terangkat ke udara mencoba menghalau sinar matahari sore yang menembus naungan pohon besar di atasnya bersamaan dengan angin yang menggugurkan dedaunannya. Seakan-akan saat ini sedang dalam m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD