Gio duduk diam dengan pandangan kosong. Sudah seperti itu keadaanya sejak Rosie melewati masa kritisnya dan dipindahkan ke ruang rawat inap tapi tetap dengan peralatan kedokteran yang berada di sekelilingnya untuk menopang tubuhnya yang dalam keadaan koma. Gadisnya tidur dengan nyenyaknya di sana. Jantungnya berdetak lemah akibat dari luka tembak yang di dapatnya di daerah dadanya hampir mengenai jantung. Meleset sedikit saja sangat fatal akibatnya. Gio menyesali dirinya yang tidak bisa menjaga Rosie sedangkan dia dalam keadaan baik-baik saja walaupun luka tembak itu melukainya karena di tembakkan dari jarak dekat. Untung saja dia memakai rompi anti peluru, kalau tidak mungkin nasibnya akan sama seperti gadisnya. Gio membawa tangan Rosie yang ada dalam genggamannya ke bibir. Rasanya sepe

