EPS 21

1908 Words

Nino menatap rumah dua lantai yang terlihat sepi itu dengan perasaan khawatir. Semalam dia dan Papanya datang ke rumah ini dan menemukan segerombolan preman yang berdiri di sana. Entah apa yang Papanya bicarakan dengan mereka hingga nampak kesal dan terlihat beberapa kali menelepon seseorang. Saat masuk kembali ke dalam mobil, Papanya hanya mengatakan kalau Geva belum kembali dan akan mengurus orang-orang sangar tersebut. Nino memijit pelipisnya. Geva hanya membalas chatnya sekali tapi tidak mau mengangkat teleponnya dan hanya mengatakan bahwa dia tidak usah khawatir. Biar bagaimanapun Nino tidak bisa kalau tidak khawatir hingga membuatnya pagi-pagi sudah berada di depan rumah gadis itu tapi sepertinya Geva memang tidak ada di rumah. Nino akhirnya hanya bisa menghela napas, naik ke ata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD