BRAKK!!!! Geva menghela napas dan berdiri dari posisi jongkoknya berhenti menyikat wc saat Chelsea masuk dan menendang ember hitam yang tadi dipergunakannya. Air sabun tumpah seketika di sekelilingnya. "Lo cocok kerja kayak gini. Jadi babu. Lo nggak bagus sekolah di tempat elite. Apalagi lo cuma anak pengangguran yang punya banyak hutang." Geva menatap tajam Chelsea, "Gue sudah putus dari Gio. Kenapa lo masih aja gangguin gue?" Chelsea balik menatapnya tajam, "Karena elo masih menjadi pusat perhatiannya. Kenapa sih lo harus ada di sini mengganggu semua kebahagiaan gue dulu!!" Geva terdiam. Dia juga ingin tahu sebenarnya di mana dia bisa di terima "Gue nggak ganggu apapun seperti yang lo tuduhkan itu Chel. Gue nggak pernah mau berurusan sama lo." Chelsea mendengus, "Seharusnya dari a

