EPS 26

1754 Words

Gevancia mengamati sekelilingnya. Kamar bernuansa magenta ini entah bagaimana membuatnya nyaman. Di beberapa tempat, penuh dengan kenangan seseorang. Sosok gadis cantik, penuh senyum dan energik. Lebih banyak foto yang di ambil saat dia memakai baju tarinya. Lima jam yang lalu, setelah dia masuk ke dalam kamar ini dan di beri kesempatan untuk beristirahat, Geva hanya duduk memeluk lututnya di tempat tidur. Direbahkannya kepalanya di atas lututnya, menatap satu foto di nakas samping tempat tidur. Ada satu bingkai cantik di sana berisi foto lama yang memperlihatkan jelas kebahagiaan dua saudara kembar yang saling berangkulan. Geva rasanya ingin menangis ketika mengingat kobaran api yang melahap rumahnya tadi dan juga reaksi yang di tampilkan Gio. Bukan jenis tatapan ramah seperti biasanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD