32b

1145 Words

Cafe yang terletak di pusat kota itu cukup ramai. Sakina sudah memesan tempat untuk bertemu dengan Gilang. Sesuai kesepakatan dengan istrinya, Gilang hanya akan datang jika Sekar ikut. Gilang sudah tak ingin terpenjara dengan masalahnya yang semakin rumit. Biarlah hatinya segera move on. Bukannya seharusnya lelaki lebih gampang move on dan tak terjebak rasa? Sakina sudah duduk duluan. Dia memilih di pojok, agar tak terganggu oleh lalu lalang pengunjung cafe lainnya. Matanya terbelalak saat melihat Gilang dengan mesra menggandeng Sekar. Gilang memang hanya bilang akan datang, tapi ia tak mengatakan jika akan datang dengan Sekar. Gilang ingin, agar Sekar sudah tak termakan api cemburu lagi. Gilang ingin membuktikan bahwa ketika dia sudah menentukan pilihan, dia akan berusaha keras me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD