Bab 29

1150 Words

Gilang memarkir motornya dengan kasar di depan rumah. Langkahnya cepat, namun seketika terhenti tatkala mendengar di ruang tamu ramai orang ngobrol. Saat dirinya sudah berdiri di sudut sana, seketika amarahnya harus direndam. Ada ibu mertuanya tampak sedang asyik bersenda gurau dengan istrinya. “Mas, ibu bawa nasi tiwul. Enak!” Tanpa dosa, Sekar menunjukkan nasi berbahan tapioka itu dan menyendoknya dengan lahap. Mata lelaki itu melotot dengan garang. “Ya Salaam, aku sudah antri hampir satu jam beli bubur lethok, kamu malah makan tiwul?” ujar Gilang sambil menghempaskan plastik berisi satu bungkus bubur di atas meja. Ia menatap tajam ke arah Sekar yang cuek sambil makan tiwul dengan tangannya. Lahap seperti sebulan nggak makan. “Mas, kamu mau kemana?” tanya Sekar saat Gilang hendak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD