Gilang memarkir motornya di depan rumah, saat ibu Sekar datang lagi. Kini, ia sudah mengenakan baju bagus karena hendak berangkat kondangan. Belum Sekar bertanya, ibunya sudah duluan berucap, “Kalian lama sekali. Disuruh ke Bu Bidan, malah kemana?” “Mas Gilang malah ngajak ke rumah sakit, Bu, nyari dokter kandungan. Aku bilang ke Bu Bidan saja yang murah. Eh, Sekar malah dibilang orang susah. Padahal kan Bu Bidan itu sudah pengalaman. Kualitas juga nggak jauh beda. Orang hamil itu kan bukan orang sakit. Cuma ngecek doang!” adu Sekar. "Sudah-sudah. Ayo masuk dulu. Gimana hasilnya?” tanya Bu Hanum menengahi. Rupanya Mama Gilang juga menanti anak dan menantunya yang sedari tadi tidak kunjung datang. “Ya hamil!” sahut Gilang pendek. Gilang sebenarnya sudah tahu kalau hasilnya bakal

