Bab 23b

1174 Words

“Fajar bisa marah kalau kamu menyakiti calon istrinya.” Daniar tiba-tiba sudah di depan meja kerjaku saat aku hendak pulang. Suasana kantor sudah sepi. Sebenarnya aku sedari tadi ingin pulang awal, tapi sayangnya pekerjaan sangat banyak dan menumpuk. Sekar pasti ngambek lagi karena aku bakal telat menjemputnya. Mana usai kejadian tadi, pesanku tak satupun dibalas. Malah hanya contreng satu. Anak ini sepertinya malah mematikan ponselnya. Dasar, wanita. Begitu sulitnya dipahami. “Apa maksudmu?” “Lihat saja nanti,” ujar Daniar sambil tersenyum mengejek. Ah bodo amat. Aku tidak peduli lagi dengan kehidupan Sakina. Masa bodo dengan apa yang jadi pembicaraan teman-teman satu grup SMA. Toh, Sekar juga cuek. Yang penting hidupku dan Sekar aman. Aku segera memacu motorku ke kantor Sekar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD