Bab 24

1649 Words

Jam empat pagi, alarm di ponsel Sekar yang diletakkan di atas meja belajar Gilang meraung-raung. Buru-buru tangan Sekar menggapai-gapai ponsel itu untuk mematikannya. Tangan Gilang yang melingkar di pinggangnya membuat Sekar susah bergerak. Huff. Terpaksa pelan-pelan harus digeser dulu, sebelum pemiliknya bangun. Sekar segera mengisi ember di kamar mandi dengan air. Dia harus membilas satu persatu baju milik Gilang dan bajunya yang ada di keranjang baju kotor. Gilang hanya memiliki satu ember untuk mencuci. Jadilah ia harus punya trik untuk dapat mencuci dengan nyaman. Sebelumnya, Gilang selalu mengirim bajunya ke laundry. Tentu saja dia tak memerlukan banyak ember. “Hoek!” tiba-tiba perutnya merasa mual saat mencium aroma parfum bercampur keringat dari baju Gilang. ‘Ah, lebay!’

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD