56

1141 Words

"Apa kau puas melihat apa yang terjadi padaku?" Lelaki itu tiba-tiba datang ke meja dan mengatakan hal itu. Aku yang sedang bergelut dengan fokus di komputer langsung menatapnya dengan kesal. "Maaf aku sedang bekerja." "Kau pasti senang melihat aruni mengecewakanku. Kau juga bahagia karena wanita itu kini tidak akan mendapatkan lelaki manapun karena perbuatannya sendiri." "Iya, benar sekali, aku senang dan puas tapi aku tidak akan merayakannya dengan norak." "Haruskah kau menghancurkan hubunganku sementara aku hanya berharap bisa bersamanya!" Hahaha. Demi Allah aku tidak bisa menahan tawa, aku tergelap sampai orang-orang yang ada di sekitarku menatap diri dan terlihat heran. "Kalau kau masih berharap bersamanya Kenapa kau meratap di hadapanku, kejar dan pastikan wanita itu tetap be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD