"calon menantu cerdas kebanggaanmu itu menggunakan kecerdasannya untuk hal-hal yang tidak diinginkan!" "Apa?" Tanya calon Mertuaku dengan santai. "Dia mencuri uang perusahaan kalian?" "Apa kau ada bukti?" "Tadinya ada tapi dia dan Renaldi merampasnya dari Arman dan memusnahkannya. Lalu bagian terburuknya... Anakmu memukuli putra aku sampai babak belur." "Oh ya?" "Renaldi juga mengancam Arman untuk tidak membeberkan semua ini sebab ia akan menuntutnya secara hukum!" "Hmm, begitu ya?" Desis ayah mertua sambil melirik diri ini. Saat itu aku benar-benar gemetar dan mati langkah, aku ingin beradu argumen tapi tidak sopan rasanya saling mencela dihadapan calon mertua baru. Bagaimanakah mereka akan menilaiku ke depannya, jika aku bersikap kurang ajar pada mantan mertua yang sebelumnya.

