Sehari berikutnya. Rapat dengan beberapa divisi sepanjang hari membuat kepalaku betul-betul pusing. Belakangan ini Mas Renaldi memberiku lebih banyak tanggung jawab untuk mengambil keputusan dan mengelola beberapa departemen di tower ini. Aku harus berdiskusi dengan beberapa manajer, kepala cabang dan kepala staf agar segala sesuatu berjalan sesuai dengan harapan Direktur utama. Aku seperti mengelola sesuatu yang bukan tanggung jawabku tapi aku diharuskan untuk seperti itu. "Aku sedikit kewalahan tapi ini adalah tanggung jawab yang dipercayakan Mas Renaldi padaku,"ujarku pada Vina asistenku. "Kalau kewalahan mungkin bisa bagi tugas bu." "Tapi Tuan Renaldi menyuruhku untuk memastikannya secara langsung." "Tapi itu sama saja dengan memeras darah, apa Tuan Renaldi tidak tahu kalau b

