74

1036 Words

* Udara sore berhembus dengan sejuk setelah hujan siang tadi, menuju perjalanan pulang kubuka sedikit jendela mobil yang mengantarku meluncur, setelah menghabiskan sebagian besar hari di kantor. "Pak antar saya ke rumah lama." "Apa Ibu mau tidur di sana?" "Tidak Pak, cuma mau ambil barang." "Oh baik Bu." Sopir memutar kemudi, kalau berbelok di bundaran menuju Jalan melati. Lima menit kemudian mobil itu berhenti tepat di depan rumahku yang lama, rumah yang diberikan Arman padaku sebagai kompensasi perceraian. Kuputar kunci lalu perlahan kudorong pintunya, bunyi berderak engsel pintu menimbulkan suasana seperti rumah horor, tapi aku menepis pikiran itu. Seminggu sekali tidur di sini tidak akan membuat rumahku terlihat suram dan menyedihkan. Lagi pula aku sering membersihkan dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD