61

1123 Words

Melihat dia menghubungiku aku gelagapan segera meraih ponselku, Aku kaget dihubungi olehnya dan ini adalah kesempatan untuk meraih kepercayaan pria itu lagi. "Arman, hai... Berhari-hari aku nungguin kabar dari kamu. Kamu di mana Arman?" "Kamu yang ada di mana?" "Aku di apartemenku. Tolong dengarkan aku, Arman... Please!" "Ada apa?" "Aku yakin kamu nelpon aku karena ada kepentingan kan?" "Ga juga!" "Tolong jangan bersikap dingin aku tahu kok kamu masih sayang ke aku." "Oh ya, kamu yakin?" "Arman tolong beri aku kesempatan dan maafkan aku, kita belum bicara sejak kamu marah di restoran kemarin. Berulang kali aku kirim chat dan pesan tapi kamu nggak pernah balas." "Aku nggak baca semua pesannya karena pesan-pesan itu sangat panjang dan bikin aku pusing. Kalau ada yang mau kamu kat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD