Keesokan harinya, Sadin akhirnya berhasil menarik Mika ke dokter kandungan guna melakukan pemeriksaan kandungan untuk yang pertama kalinya. Itu bukan hal yang mudah. Sadin sampai harus mengeluarkan omelan-omelan pedas hingga Mika menangis seperti anak kecil. Sadin terpaksa, itu semua demi kebaikan Mika. Wajah dokter muda berwajah tampan itu mampu sedikit mengalihkan Mika dari kekesalannya terhadap Sadin. Mika pun lebih rileks jadinya karena selain wajahnya enak dipandang, tutur kata dokter tersebut sangat lembut dan menyenangkan. Dokter bernama Alex itu menyarankan pemeriksaan USG. Sadin langsung menyetujuinya, lantaran penasaran ingin melihat bentuk cucunya melalui layar monitor. "Itu nggak sakit, kan, Dok?" tanya Mika yang sudah berbaring. Seorang suster mengoleskan semacam gel ke peru

