Pukul sepuluh malam, lampu-lampu di toko Marco dipadamkan, menandai berakhirnya jam operasional toko. Marco melepas apron yang diikatkan di pinggangnya itu sambil meniti satu per satu anak tangga, menuju lantai tiga rukonya. Tubuhnya lelah dan gerah usai bekerja sepanjang hari. Marco mengedarkan pandang ke seluruh penjuru ruang tengah, mencari seseorang yang seharusnya ada di sini. Namun, Marco tidak menemukannya di sekitar. Dan ketika Marco membuka pintu kamarnya, ternyata orang itu sedang berada di sana. Sedang tidur meringkuk seperti bayi. Marco menyalakan lampu, seketika ruangan yang tadinya gelap kini menjadi terang benderang dan membuat seseorang yang tak lain adalah Mika tersebut menggeliat lantaran terusik dari tidurnya. Marco duduk di sisi tempat tidur, memperhatikan wajah k

