Keterkejutan Mika hanya berlangsung di tiga detik pertama saja, lalu selanjutnya Mika memejamkan mata dan mengalungkan tangannya di leher Marco seiring dengan ciuman lelaki itu yang kian dalam. Mika tak yakin dengan apa yang kira-kira ada di dalam benak Marco saat ini. Dekapan posesif Marco membuat Mika merasa seakan-akan Marco takut kehilangan dirinya, panggutan lembut Marco membuat Mika merasa dirinya merasa spesial. Ia berani bertaruh, selain dirinya, tidak ada wanita yang Marco cium se-passionate ini. Lidahnya yang berpangut dengan lidah Mika membuat Mika melambung ke awang-awang dengan cara menyenangkan. "Oh, jadi ciuman itu kayak gini," gumam Mika sesaat setelah Marco melepaskan ciumannya, tapi tidak dengan dekapannya. Kening dan ujung mereka masih saling bergesekan saking dekatny

