“Wah … tempat ini benar-benar … kosong,” decak Mika, melihat ke seluruh penjuru ruangan, begitu kakinya menginjak lantai tiga bangunan ini. Mika melihat ada pantry kecil yang bersih seperti jarang digunakan, lalu ada dua ruangan yang jika ditilik dari ukurannya, sepertinya salah satunya adalah kamar mandi. “Kamu nggak serem tinggal di tempat sekosong ini sendirian?” tanya Mika, ngeri membayangkan suasana malam-malam di lingkungan yang bukan perumahan. “Biasa aja,” jawab Marco singkat. Mika lalu beranjak ke ruangan yang sepertinya adalah kamar Marco, ia membuka pintu ruangan itu dan melihat suasana yang agak berbeda dari ruangan di luar. Kamar ini terlihat lebih layak huni dengan perabotan lengkap layaknya kamar pada umumnya walau Marco tidak melakukan sedikit usaha lebih untuk dekorasi

