Marco berbaring terlentang di tengah ranjang. Matanya menatap lurus pada langit-langit yang putih polos. Kemudian matanya terpejam. Anehnya bukan gelap yang Marco dapati, melainkan gambaran pertama kali ia terbangun dari tidur panjangnya Pandangan Marco masih berkabut, dikedipkannya sepasang mata itu pelan-pelan. Beberapa orang berwajah asing dilihatnya pertama kali. Mereka mempunyai mata yang sipit dan wajah yang tirus. Mereka tampak sibuk disekitarnya, entah melakukan apa. Lalu wajah-wajah lain muncul menyusul, wajah Papa dan Mama tirinya yang menampilkan ekspresi perpaduan antara cemas dan lega. Dari pakaian orang-orang yang mengelilingi serta ruangan tempatnya saat ini, Marco bisa tahu kalau dirinya berada di rumah sakiti. ‘Ah, belum mati ternyata,’ gumam Marco dalam batinnya. Hal t

